08 June 2011

Merajut Lagi Persatuan Bangsa


Oleh: Moh Khairul Anwar*
Di tengah seriusnya demonstrasi yang dilakukan oleh pemuka agama agar para pembesar di pemerintahan ini lebih mengutamakan kejujuran, bersikap realistis serta mengakhiri politik etis, perpecahan antar kelompok masyarakat (baik bermotif sentimen keagamaan ataupun perbedaan pandangan politik) kian menyebar di setiap daerah dalam negeri. Kondisi ini mengkin saja merupakan konsekuensi logis dari apa yang pernah dikatakan oleh almarhum Abdurrahman Wahid, dalam pidato pembukaannya pada sebuah konferensi yang diadakan oleh UNESCO Mei 2003 di Paris, bahwa Keadilan menjadi sifat dari etika global dan pemerintahan yang baik (good governance), tak terkecuali indonesia.
Adanya demonstrasi tersebut bukan sekedar bermakna kepedulian mereka agar supaya terus dilestarikannya prinsip “bertanah air satu, tanah air indonesia dan berbangsa satu, yaitu bangsa indonesia.” Akan tetapi, sudah seharusnya kita menyadari bahwa hal itu merupakan sebuah warning bahwa bangsa ini sudah berada pada posisi yang sangat menghawatirkan. Yang itu ditandai dengan sudah semakin menipisnya kesadaran untuk saling bergandengan tangan dalam menatap masa depan bangsa (atau dalam kebijaksanaan umum dikenal dengan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi).
Disintegrasi yang makin membuat semua kalangan resah selama ini tersebut, dapat dibilang akibat dari sikap pemerintah yang lebih menfokuskan sikap dan dedikasinya pada persoalan politik. Politik bukan lagi menjadi sebuah seni kehidupan, melainkan menyimpang dari makna aslinya, yaitu menjadi satu-satunya cara untuk meraih kekuasaan. Namun, yang lebih membangunkan bulu kuduk adalah bila sudah terjadi yang namanya “agama politik”, politik yang mempunyai konsep kebenaran tersendiri dijadikan oleh penganutnya sebagai landasan untuk mengatur bangsa dan negara ini. Tamatlah bangsa ini.
Akhirnya, cukupkah kita mengetahui serangkaian persoalan tersebut? Tentu, tidak. Kita sebagai generasi muda, yang telah dipasrahi tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan bangsa ini, harus menyatukan pemahaman antara satu sama lain (satu tekat) untuk segera mengakhiri perilaku-perilaku yang tidak etis sebagaimana disebutkan di atas
Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/19/137380/Merajut-Lagi-Persatuan


.