Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

04 January 2017

Pengertian dan Sejarah Hoax

Hoax adalah dusta yang dibuat dengan sengaja untuk menyamar sebagai  kebenaran., hal ini dibedakan dari kesalahan dalam sebuah observasi atau penilaian,  rumor, legenda-legenda urban, pseudosciences dan acara Hari April Mop yang diteruskan dengan I’tikad baik oleh orang-orang percaya atau sebagai lelucon.
Kata “Hoax” muncul pertama kali dalam bahasa inggris di akhir abad ke-18, dari buku Thomas Ady yang terbit tahun 1658, “A Candle in the Dark”.
Asal Mula Hoax di Indonesia
Momen pemilihan kepala daerah menjadi ladang subur tumbuhnya situs berita palsu. Direktur Operasional Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Sigit Widodo melihat pola tersebut terjadi di pilkada lalu.
"Saya terus terang tidak memegang data pastinya tapi secara umum kalau kami pantau konten internet yang pakai domain .id, berita hoax meningkat beberapa bulan terakhir," terang Sigit kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (30/12).
Pilkada yang dimaksud oleh Sigit tidak hanya yang di DKI Jakarta, namun pilkada yang juga diselenggarakan di seluruh pelosok nusantara. Ketika banyak yang lebih menyoroti berita bohong mengenai calon gubernur Jakarta, pola juga terjadi di tempat lain.
Dalam proses pilkada 2017 yang sedang berlangsung saat ini, Sigit melihat pola itu kembali terjadi. Hanya saja menurutnya pilkada serentak kali ini jauh lebih kuat ketimbang yang digelar 2015 lalu.
"Kami melihat pilkada ini lebih kuat, ini agak mirip dengan pilpres. Jadi menjelang pilpres berita hoax meningkat, tapi setelah pilpres cenderung menurun," sambung Sigit.
Pada pilkada kali ini Sigit menyoroti dua jenis konten yang kerap diembuskan oleh situs-situs berita abal adalah sentimen SARA dan pekerja China. Keduanya menjadi yang paling sering beredar.
Keterangan Sigit itu sejalan dengan data yang dirilis oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika yang menemukan jumlah situs dan akun media sosial penebar kebencian dan berita bohong bertambah. Komenterian pimpinan Rudiantara itu mencatat peningkatan situs bohong terjadi sejak Oktober sampai pertengahan Desember 2016.
Selain berita berita bohong, ditemukan juga peningkatan jumlah konten bermuatan SARA, provokasi, ujaran kebencian. Tak hanya melalui situs web, penyebaran terjadi lewat 300 lebih akun media sosial.
Berita bohong menjadi perhatian utama pemerintah belakangan mengingat dampak negatif yang ditimbulkan tidak kecil. Rudiantara sendiri menyatakan akan merangkul Dewan Pers untuk memberantas puluhan ribu media online yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik.
"Nanti saya bicara dengan Dewan Pers. Yang paling tahu media online ini masuk kategori media dalam konteks UU Pers itu 'kan Dewan Pers," kata Rudiantara, Kamis (29/12) kemarin.
Dari kacamata Sigit, pemerintah akan kesulitan jika ingin memblokir atau membekukan situs berita palsu yang jumlah begitu banyak. Ia menyarankan pemerintah untuk segera mengklarifikasi berita bohong seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri terkait isu pekerja asal China.
"Informasi dilawan informasi," pungkas Sigit.
Kominfo sendiri mengaku sudah memblokir setidaknya 773.097 situs negatif melalui Trust Postif. Sebagian besar yang dblokir merupakan situs pornogafi.
Dari data yang diterima CNNindonesia.com, sekitar 90 persen atau 767.888 situs pornografi sudah diblokir oleh Kominfo. Sementara konten perjudian, termasuk situs kedua paling banyak diblokir dengan jumlah 3.755.
Data itu sendiri menyebut, jumlah situs radikalisme yang diblokir sebanyak 87 sementara konten SARA tak lebih dari 51 situs dari kurun waktu Januari 2016 sampai pertengahan Desember.
4 Berita Hoax yang bikin Gempar Dunia:
1.              Anjing dengan Daging Ham di Wajah
Dalam akun facebook Stephen Roseman nampak foto anjing berbulu coklat tanpa wajah dan yang tertinggal hanya kulit yang memerah.
Dalam statusnya, Stephen menulis bila anjingnya terluka parah akibat kebakaran saat tengah membantu tuannya keluar dari rumah yang terbakar. Statusnya pun langsung mendapat 'like' 55.763 orang dan di-share 110.893 kali di Facebook. Tak sedikit pula orang yang mengirimkan doa untuk kesembuhan anjingnya.
Pada 23 Desember 2015, Stephen Roseman memposting foto anjingnya. Dalam foto tersebut nampak wajah si anjing rata tanpa ada hidung, mata maupun dahi, tapi tinggal hanya kulit yang memerah disekitar wajahnya.

Berita Palsu
Dalam akun facebook Stephen Roseman nampak foto anjing berbulu coklat tanpa wajah dan yang tertinggal hanya kulit yang memerah.(.huffingtonpost.com)

 "Anjing ini terbakar parah dan telah cacat akibat mencoba menyelamatkan keluarga dimana ia tinggal akibat kebakaran," demikian postingan status Stephen yang dilansir dari huffingtonpost.com, Sabtu 16 Januari 2016.
Belakangan diketahui kisah itu hanya hoax, karena sebenarnya si anjing tengah di foto dengan selembar ham yang menutupi wajahnya.
2.             The Beatles Tidak Pernah Ada?
Band asal Inggris ini adalah band yang sukses merajai hampir seluruh musik dunia di tahun 60-an. Band yang dimotori oleh John Lennon pada vocal, Ringo Star, Paul McCartney dan George Harrioson ini juga disebut-sebut sebagai band paling berpengaruh di dunia.

Berita Palsu
Sekelompok orang yang tergabung dalam situs web (As They Were Presented to Us) Never Existed pernah mengklaim bahwa The Beatles sesungguhnya tidak terdiri dari 4 orang asal Liverpool. (oddee.com)

Seiring kesuksesan mereka berempat, band ini juga tak lepas dari isu-isu miring atau kabar yang belum tentu benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Sekelompok orang yang tergabung dalam situs web (As They Were Presented to Us) Never Existed pernah mengklaim bahwa The Beatles sesungguhnya tidak terdiri dari 4 orang asal Liverpool seperti yang selama ini kita ketahui. Mereka percaya The Beatles terdiri dari sejumlah personel ganda.
Pertama mereka menunjukkan tinggi badan para personel The Beatles yang selalu berubah-ubah dari tahun ke tahun. Khususnya Paul McCartney. Selain tinggi badan mereka juga memperhatikan bentuk dan panjang alis, telinga, dan bentuk giginya.
3.             Kucing Bonsai
Pada tahun 2000, seorang mahasiswi  dari Universitas MIT, Amerika Serikat membuat geger dengan proyeknya yang dianggap menyiksa kucing dengan cara dibonsai. Padahal belakangan diketahui tidak ada satu pun kucing yang disakiti.
Ide ini terinspirasi dari unsur keindahan yang ada di pohon bonsai, yaitu tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk aslinya yakni pohon besar.
Dengan berpura-pura sebagai Dr Michael Wong Chang, dalam situs bonsaikitten.com mahasiwi ini menjelaskan proses bagaimana memaksa anak kucing masuk ke dalam sebuah botel atau toples. Ia menamakan seni ini sebagai 'Seni yang hilang' atau lost art yaitu sebuah metode menumbuhkan seekor anak kucing dalam berbagai bentuk.
Berita Palsu
Pada tahun 2000, seorang mahasiswi dari Universitas MIT membuat geger dengan proyeknya yang dianggap menyiksa kucing dengan cara dibonsai.(oddee.com)

 Mereka yang mengunjungi situs ini terutama para pencinta hewan di dunia marah, karena situs ini dianggap telah menyakiti hewan. Mereka akhirnya melaporkan ke Animal Welfare Institute and the Humane Society of the United States atau Lembaga Kesejahteraan Hewan Amerika Serikat.
Banyaknya kecaman dari para pencinta hewan, situs bonsaikitten.com pun akhirnya ditutup.
4.             Wanita dengan 3 Payudara
Membesarkan payudara adalah hal biasa yang dilakukan di dunia. Namun bagaimana bila menambahkan 1 payudara di bagian tengah?
Itulah pengakuan heboh dari Jasmine Tridevil yang ia sebar lewat foto di Facebook dan video bila ia memiliki 3 payudara. Dalam video, Jasmine juga mengungkapkan harga yang harus ia keluarkan untuk melakukan operasi tersebut yaitu sebesar 12  ribu poundsterling atau sekitar Rp 143 juta.

Berita Palsu
Membesarkan payudara adalah hal biasa yang dilakukan di dunia. Namun bagaimana bila menambahkan 1 payudara di bagian tengah? (tmz.com)

Namun fakta baru terungkap. Apa yang diakuinya di Facebook dan video adalah bohong. Kebohongan itu terungkap oleh polisi yang bertugas di Bandara Internasional Tampa, Washington, D.C, seperti dilansir dari tmz.com.
Saat itu tas hitam Jasmine dicuri ketika berada di penerbangan American Airlines, termasuk tas rol berbahan nilon berwarna hitam. Setelah si pencuri berhasil ditangkap, terungkaplah apa isi tasnya, yaitu prostesis tiga payudara.
Kepada polisi, Jasmine mengatakan harga protesis tersebut dibeli dengan harga US$5.000 atau setara dengan Rp 70 juta.

Sumber: Dilansir dari berbagai sumber



Read More >>>

10 May 2014

Pragmatisme Sepakbola Dalam Perspektif

Oleh: Yusuf Arifin

Ada sebuah anekdot dari zaman yang telah lewat dan mungkin sebuah generalisasi yang mengontraskan dua buah gaya bermain dengan agak berlebihan.

Kalau anda menonton pertandingan sepakbola di Italia, tanpa anda mengetahui skornya, anda kemungkinan akan segera tahu kesebelasan mana yang sedang unggul: yang bertahan habis-habisan. Kalau anda menonton pertandingan sepakbola di Inggris, anda akan kesulitan menebak kesebelasan mana yang sedang unggul: karena yang sudah unggul dengan skor telak pun akan masih menyerang habis-habisan.

Mudah kita tebak, yang pertama adalah penggambaran catennaccio dan yang kedua kick and rush.

Anekdot itu tidak berniat mengejek salah satunya. Tidak ada niat pula penilaian baik-buruk atau benar-salah. Seperti arti kata anekdot itu sendiri, ia hanyalah sebuah paparan yang lucu atau menggelitik atas sebuah fakta. Dalam kasus ini hanyalah ilustrasi akan luasnya perbedaan dua entitas masyarakat yang memainkan dua gaya permainan itu. Apakah itu kultur, psikologi, mentalitas, sosial, politik dan lain sebagainya.

Siapapun yang mempopulerkan anekdot itu mengerti bahwa tidak ada yang lebih superior atau inferior dari kedua model itu. Kedua model itu dalam sepakbola adalah dua wajah dari uang logam yang sama. Saling berkait dan tidak bisa meninggalkan satu sama lain.

Karenanya, berkaca dari anekdot itu saya agak terganggu ketika banyak pihak menyebut sepakbola bertahan adalah sepakbola pragmatis, sementara sepakbola menyerang adalah sepakbola yang tidak pragmatis (malah ada yang dengan tinggi hati menyebutnya idealis—padahal pragmatis bukanlah lawan kata idealis. Realis mungkin lebih tepat sebagai lawan kata idealis).

Lebih parah lagi, pragmatis dikesankan negatif. Seolah sepakbola bertahan itu inferior dan sepakbola menyerang superior. Seolah "memarkir bus di depan gawang" (atau kalau mau lebih seram "memarkir dua bus atau pesawat terbang" sekalian) sebuah cacat, sementara upaya membongkarnya adalah sebuah tindakan mulia.

Juga yang harus disadari bahwa gaya permainan bertahan bukan berarti mereka kemudian tidak berusaha mencetak gol. Tetapi menitikberatkan permainan untuk mencegah kebobolan dan memanfaatkan secara klinis dari sedikit kesempatan yang mereka punya untuk mencetak gol. Sementara gaya bermain menyerang, walau menitikberatkan upaya untuk mencetak gol sebanyak mungkin bukan berarti kemudian mengabaikan pertahanan.

Kembalilah ke arti dasar dari kata pragmatis itu: tindakan yang didasari pengalaman praktis atau pengamatan ketimbang teori, menurut kamus Oxford. Atau, kemampuan untuk mendekati persoalan dengan masuk akal sesuai pertimbangan praktis ketimbang teoritis, menurut kamus Cambridge. Tidak ada sama sekali penilaian positif atau negatif dalam penjelasan arti pragmatis itu.

Anda tahu, baik bertahan maupun menyerang adalah sebuah tindakan/pilihan pragmatis. Keduanya membutuhkan pemikiran dan latihan yang sama rumitnya. Keduanya mempunyai risiko dan membutuhkan kejelian untuk mengeksekusinya. Keduanya sama-sama mempunyai tujuan menegasi kelebihan lawan di lapangan dan sebisa mungkin menjebol gawang.
Tanpa kata pragmatis maka tidak ada yang namanya taktik dan strategi. Kukuh kaku dengan gaya permainan tertentu tanpa variasi dan kelenturan taktik dan strategi adalah paling halusnya kenaifan dan paling kasarnya ketololan. Harus selalu ada rencana A, rencana B dan kalau perlu rencana C dan D dalam menghadapi sebuah pertandingan.

Bukankah tidak ada dua pertandingan yang sama persis? Bukankah manajer harus selalu menimbang dan bereaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi di lapangan, bila apa yang dipersiapkan ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan dan diperkirakan? Tak menjadi soal kalau default atau insting/pilihan si manajer tersebut bertahan atau menyerang.

Ambil sebagai misal, sebuah kesebelasan yang menampilkan taktik dan strategi menyerang kalah atau seri karena lawan melakukan pertahanan yang ketat dan berlapis. Akan sangat aneh kalau kemudian mereka mengeluhkan hasil itu dengan alasan lawan yang dihadapi melakukan pertahanan total dan/atau hanya sekali-sekali menyerang.

Lha apa yang diharapkan? Lawan membuka pertahanan agar gawangnya kebobolan? Mempersilakan kesebelasan yang menyerang untuk mencetak gol? "Monggo lho, gawang sudah kami buka, silakan cetak gol". Hanya karena satu kesebelasan mempertontonkan taktik dan strategi menyerang, bukan berarti mereka mempunyai hak yang lebih besar untuk memenangkan pertandingan.
Sudah cukup bahwa seharusnya mereka yang memperagakan sepakbola menyerang diuntungkan. Karena berbicara tentang rasio probabilitas mencetak gol, secara otomatis kesebelasan yang memegang inisiatif penyerangan jelas lebih besar. Semestinya mereka mampu mencipta peluang gol yang lebih banyak. Kalau mereka tidak bisa mencetak gol lebih banyak, pertanyaannya adalah apa kekurangan mereka? Jangan salahkan ketatnya pertahanan lawan.

Pada saat bersamaan, bukankah mereka yang menampilkan permainan bertahan juga tidak bisa mengeluh kalau gawang kebobolan dan kalah. Mereka tidak bisa beralasan, "Habis lawan menyerang terus, ya kami akhirnya kebobolan". Risiko sudah dihitung dan taktik serta strategi sudah diambil, konsekuensi harus ditanggung. Kalau mereka yang menerapkan strategi bertahan kebobolan dan kalah, pertanyaannya adalah mengapa pertahanan bisa bobol? Jangan salahkan serangan yang datang beruntun.

Anda ingat akan ungkapan populer dalam sepakbola: menyerang adalah pertahanan terbaik. Ini ungkapan yang sudah diterima sebagai aksioma (kenyataan yang tak perlu dibantah kebenarannya) oleh kalangan sepakbola. Coba cermati implikasi logis dari pernyataan itu: inti permainan sepakbola di pertahanan dan bukan di penyerangan. Penyerangan dilakukan agar pertahanan terjaga. Sebab kalau penekanan sebaliknya, bukankah ungkapannya akan menjadi "bertahan adalah penyerangan terbaik".

Anda penggemar bola mungkin mengatakan, tetapi sepakbola bertahan itu membosankan dan sepakbola menyerang lebih menarik. Saya termasuk dalam kelompok ini. Hanya saja gaya permainan adalah persoalan preferensi, pilihan, kenyamanan yang dipengaruhi oleh sekian latar belakang. Siapakah kita yang kemudian bisa menghakimi satu permainan lebih baik dari yang lain. Apa tolok ukurnya?

Sebagai penggemar sepakbola seringkali kita tidak adil dan tidak konsisten dalam menilai gaya permainan bertahan. Ketika diterapkan oleh manajer tertentu kita menghujatnya, tetapi diterapkan manajer lain kita memujinya. Ketika diterapkan negara tertentu kita mencibirnya, tetapi oleh negara lain kita mengaguminya. Ketika klub yang kita dukung melakukannya dan menang kita bergembira, tetapi ketika klub lain melakukannya (dan terutama mengalahkan klub yang kita dukung) kita mencacinya. 

Saya tidak sedang membela sepakbola bertahan atau (apalagi) mengecil artikan sepakbola menyerang. Sekadar mencoba mendudukkan persoalan. Semoga tidak menjadi lebih ruwet: Pragmatisme tidaklah berkait hanya dengan sepakbola bertahan tetapi juga menyerang. Pragmatisme tidaklah berarti negatif. Itu saja.
Sumber: http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2014/05/06/095836/2574269/1489/pragmatisme--sepakbola--dalam-perspektif?b880005us
Read More >>>

14 February 2014

Ritual Unik Perayaan Valentine di Berbagai Negara


Bunga, cokelat, surat cinta hingga makan malam romantis, kerap dijadikan hadiah di hari valentine. Hari ini memang identik dengan momen di mana para pasangan saling menunjukkan rasa sayang.
Namun di beberapa negara, hari velantine dirayakan dengan cara beda. Bukan lagi dengan hadiah romantis, perayaan valentine pun dijadikan ajang mencari jodoh oleh para lajang. Dilansir The Daily Meal, berikut perayaan unik valentine di berbagai negara.
Perancis
Di negara ini wanita yang tidak memiliki pasangan akan tetap di dalam rumah masing-masing dan berdiri dekat jendela. Ini dilakukan agar pria lajang dapat melihat mereka. Si wanita akan memanggil. Jika cocok, mereka akan berpasangan. Tapi jika pria tidak menyukai wanita tersebut, ia akan meninggalkan wanita itu dan pergi ke rumah berikutnya.
Selanjutnya, wanita yang tidak dipilih dan merasa ditolak oleh pria-pria itu akan berkumpul dan mengadakan acara api unggun. Di sana mereka akan membakar foto pria dan mencaci maki mereka. 
Jerman
Hari valentine di Jerman, dikenal dengan Valentinstag. Di hari itu, perayaan seperti memberikan bunga, cokelat, kartu dan permen kepada pasangan masih dilakukan. Yang beda, negara ini menggunakan babi sebagai simbol keberuntungan dan nafsu. Berbagai hiasan dan patung babi akan menghiasi seluruh pelosok.
Meksiko
Di Meksiko hari valentine juga dijadikan sebagai ajang pencarian jodoh. Pria dan wanita lajang berkumpul di sebuah taman, lalu berjalan dengan arah yang berlawanan.
Saat pria berpapasan dengan wanita yang disukai, ia akan memberikan bunga, lalu keduanya kembali berjalan dengan arah yang berlawanan. Saat mereka berpapasan untuk kedua kalinya dan wanita masih menggenggam bunga yang diberikan, artinya wanita itu juga menyukainya. 
Korea Selatan
Di Korea Selatan, hari kasih sayang dirayakan tiga kali. Setelah valentine di 14 Februari, white day di 14 maret, Korea Selatan menambahkan 14 April sebagai black day. Di hari itu, mereka yang tidak mendapatkan hadiah, tetapi akan menebus kesedihannya dengan berlibur dan menikmati mie hitam sebagai simbol kesedihan atas kesendirian mereka.
Taiwan
Tradisi di negara ini tidak jauh beda dengan Korea Selatan Bedanya pria akan memberikan hadiah lebih dulu dan wanita akan membalasnya di white day bulan berikutnya.
Ada juga tradisi 7/7, yang jatuh pada hari ketujuh dari bulan ketujuh dalam kalender luar Cina. Di hari itu, pria dan wanita akan menari dan melakukan ritual pembakaran dupa.
Afrika Selatan
Perayaan valentine dilakukan selama satu minggu di negara ini. Disebut juga dengan Roman Love Festival, Lupercalia. Meski tidak berhubungan langsung dengan hari valentine, namun para selama perayaan itu para wanita akan menuliskan nama pria yang disukainya pada lengan mereka. Ini dilakukan dengan harapan akan mendapatkan perhatian dan cinta yang sama dari pria tersebut.
Amerika Serikat
Di Amerika, perayaan Valentine ditandai dengan saling tukar kartu. Bukan hanya kartu-kartu berhias indah dan berisi kata-kata cinta, tapi juga kartu berisi humor-humor kejam. Tak jarang orang-orang berkreasi membuat kartu valentine untuk orang tercinta.
Sumber: http://us.life.viva.co.id/news/read/481070-ritual-unik-perayaan-valentine-di-berbagai-negara?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook
Read More >>>

10 February 2014

POTRET TUBUH IDEAL DARI MASA KE MASA

Perempuan dengan "tubuh ideal" di tahun 1930-an mungkin tak akan dilirik sedikit pun oleh para produser film atau juri-juri di kontes kecantikan masa kini. Apa yang disebut cantik atau ideal memang terus mengalami perubahan dari masa ke masa.


Ada masa di mana wanita bertubuh montok dianggap lebih cantik, tetapi kemudian dunia modeling lebih mengidealkan tubuh superlangsing seperti milik Kate Moss. Saat ini di banyak negara, tubuh gemuk diperangi karena identik dengan penyakit.



Situs Rehabs.com, sebuah situs untuk mendukung upaya penyembuhan gangguan pola makan, melakukan sebuah proyek pengukuran indeks massa tubuh dan bagaimana gambaran ideal tentang tubuh dalam 100 tahun. 



Hasil studi mereka menunjukkan, tubuh para model dan bintang film semakin langsing jika dibandingkan dengan tubuh wanita Amerika kebanyakan. Jika dibandingkan dengan tahun 1975, saat ini perbedaan ukuran tubuh wanita kebanyakan dengan para model mencapai 23 persen dari sebelumnya yang hanya 8 persen.



Untuk mengurangi kesenjangan tersebut, beberapa brand seperti Dove, Debenhams, dan H&M mulai memakai model dengan berbagai bentuk tubuh, baik untuk iklan ataupun katalog mereka. 



Beberapa organisasi juga menggalakkan edukasi kepada remaja putri mengenai bahasa media dan bagaimana menafsirkan citra para model iklan yang ditampilkan di televisi dan internet.



Bagaimanapun, gambaran ideal tentang tubuh dan kecantikan memang terus berubah. Berikut adalah gambaran bagaimana tubuh ideal itu telah berubah dalam 100 tahun terakhir ini.



Tahun 1900-1910

Di masa ini tubuh ideal dicitrakan seperti "Gibson girl", yang memiliki payudara besar, pinggul besar, dan berpinggang kecil. 



Tahun 1920

Masa ini disebut juga dengan era Flapper. Mereka dicirikan dengan rambut model bob, memakai rok yang menunjukkan betis, dan berperilaku "skandal" seperti merokok di tempat umum dan menyetir mobil. 



Tahun 1930

Bintang Hollywood Mae West yang bertubuh berisi, tetapi memiliki pinggang ramping menjadi idola banyak perempuan. Gaya berbusananya yang menunjukkan siluet pinggangnya juga ditiru banyak wanita.



Tahun 1940

Bintang film seperti Rita Hayworth menjadi idola di era ini. Ia memiliki kulit mulus dan sehat, tubuhnya juga ramping. Namun, tubuh rampingnya tak terlalu jauh berbeda dengan wanita kebanyakan.



Tahun 1950

Simbol seks di tahun ini antara lain Marilyn Monroe, Jayne Mansfield, dan Betty Page. Mereka memiliki kaki panjang dan figur seperti jam pasir. 



Tahun 1960

Bersamaan dengan revolusi seksual, citra tubuh ideal pun ikut berubah. Supermodel Twiggy Lason yang terkenal dengan tubuh langsing dan penampilan androgini menjadi acuan banyak wanita. 



Tahun 1970

Citra cantik di era ini ada pada mereka yang memiliki kulit kecoklatan terbakar matahari, rambut panjang, dan tubuh kencang berkat olahraga. Wanita di era ini juga memakai kosmetik secara minimalis. Aktris Farah Fawcett dianggap sebagai wanita paling cantik pada dekade ini.



Tahun 1980

Bertubuh langsing masih dianggap ideal, tetapi wanita bertubuh langsing dan kencang dinilai sangat ideal. Wanita-wanita bertubuh atletis dianggap lebih menarik. 



Tahun 1990

Di tahun ini para model secara dramatis menjadi sangat langsing. Kate Moss yang tampil dalam iklan Clavin Klein di tahun 1993 tampak sangat kurus dan berkulit pucat. Ucapannya yang paling terkenal adalah, "tak ada yang sebagus dan senyaman bertubuh langsing".



Era tahun 2000-an

Banyak wanita mendambakan memiliki tubuh tinggi, langsing, dan kaki panjang. Para "bidadari" Victoria's Secret seperti Adriana Lima dianggap memiliki tubuh impian. Ia tidak hanya langsing, tetapi juga memiliki tubuh kencang.

Sumber: http://female.kompas.com/read/2014/02/07/1615500/Perubahan.Citra.Tubuh.Ideal.dari.Masa.ke.Masa 
Read More >>>

08 June 2011

Merajut Lagi Persatuan Bangsa


Oleh: Moh Khairul Anwar*
Di tengah seriusnya demonstrasi yang dilakukan oleh pemuka agama agar para pembesar di pemerintahan ini lebih mengutamakan kejujuran, bersikap realistis serta mengakhiri politik etis, perpecahan antar kelompok masyarakat (baik bermotif sentimen keagamaan ataupun perbedaan pandangan politik) kian menyebar di setiap daerah dalam negeri. Kondisi ini mengkin saja merupakan konsekuensi logis dari apa yang pernah dikatakan oleh almarhum Abdurrahman Wahid, dalam pidato pembukaannya pada sebuah konferensi yang diadakan oleh UNESCO Mei 2003 di Paris, bahwa Keadilan menjadi sifat dari etika global dan pemerintahan yang baik (good governance), tak terkecuali indonesia.
Adanya demonstrasi tersebut bukan sekedar bermakna kepedulian mereka agar supaya terus dilestarikannya prinsip “bertanah air satu, tanah air indonesia dan berbangsa satu, yaitu bangsa indonesia.” Akan tetapi, sudah seharusnya kita menyadari bahwa hal itu merupakan sebuah warning bahwa bangsa ini sudah berada pada posisi yang sangat menghawatirkan. Yang itu ditandai dengan sudah semakin menipisnya kesadaran untuk saling bergandengan tangan dalam menatap masa depan bangsa (atau dalam kebijaksanaan umum dikenal dengan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi).
Disintegrasi yang makin membuat semua kalangan resah selama ini tersebut, dapat dibilang akibat dari sikap pemerintah yang lebih menfokuskan sikap dan dedikasinya pada persoalan politik. Politik bukan lagi menjadi sebuah seni kehidupan, melainkan menyimpang dari makna aslinya, yaitu menjadi satu-satunya cara untuk meraih kekuasaan. Namun, yang lebih membangunkan bulu kuduk adalah bila sudah terjadi yang namanya “agama politik”, politik yang mempunyai konsep kebenaran tersendiri dijadikan oleh penganutnya sebagai landasan untuk mengatur bangsa dan negara ini. Tamatlah bangsa ini.
Akhirnya, cukupkah kita mengetahui serangkaian persoalan tersebut? Tentu, tidak. Kita sebagai generasi muda, yang telah dipasrahi tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan bangsa ini, harus menyatukan pemahaman antara satu sama lain (satu tekat) untuk segera mengakhiri perilaku-perilaku yang tidak etis sebagaimana disebutkan di atas
Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/02/19/137380/Merajut-Lagi-Persatuan


.



Read More >>>

24 May 2011

Mahasiswa dan Pragmatisme

Oleh: Moh Khairul Anwar
Mahasiswa Melakukan Aksi Damai
Mahasiswa Aksi Damai
Mahasiswa sebagai kaum terdidik, seharusnya menjadi pencerah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi, realitanya yang sekarang terjadi malah sebaliknya, mahasiswa kian terperosok dalam lorong zaman yang amoral (pragmatis).
Jelas, bagi masyarakat umum, kondisi tersebut sangat diresahkan. Tidak hanya didasarkan atas kondisi sosial yang mengarah pada hilangnya pegangan hidupnya, akan tetapi pemerintah dan yang diperintah pun semakin sulit ditemukan garis pengubungnya. Dan tentu saja, untuk mengatasi persoalan tersebut, adalah bergantung kepada kaum terdidik dalam mempertegas kembali makna kemanusiaan yang adil dan beradab.
Berbicara masalah keadilan dan keadaban pada negara bangsa yang kita cintai ini, memang terasa berat untuk kita mengatakannya saat ini. Mengingat, egoisme kelompok bisa dibilang masih mengkungkung bangsa yang sejatinya tidak akan terjadi kalau kita menjiwai betul amanah pancasila. Tidak terkecuali, lemahnya penjiwaan itupun bisa kita simpulkan juga melanda generasi muda, dengan terus ditemukannya yang menjadi budak minuman atau obat terlarang.
Maka, apa akibat terbesarnya? Kalaupun sampai saat ini kita masih kokoh meyakini, bahwa mahasiswa bertugas mengontrol kinerja pemerintah, hanya saja kalau pola hidupnya masih sulit dibedakan dengan pemerintah (terutama DPR) yang cenderung individualistik, maka jangan harap teriakan-teriakan yang sering mengaung di jalan-jalan akan didengarkan. Logikanya sederhana, kalau maling teriak maling hanya akan menjadi bahan tertawaan. Begitu pun, mahasiswa yang gemar berretorika mengecam DPR di mana memiliki kegemaran serupa, maka akan ditanggapi tidak lebih dari kata-kata pula.   
Namun, tentu saja tidak akan satu pun dari kita menyetujui kalau dikatakan maling yang selalu meneriaki maling pula. Karena, kita adalah mahasiswa yang mempunyai idealisme mengatasi idealisme relatifnya DPR. Dan biaya hidup yang kita pakai pun tidak datang cuma-cuma, tetapi keringat orang tualah yang melahirkannya. Berbeda dengan DPR yang memang sudah ada anggarannya, sehingga lebih besar kesempatannya untuk berfoya-foya. Terlebih lagi, kita adalah kaum terdidik, sehingga segala tingkah laku harus didasarkan atas logika. Oleh karenanya, mahasiswa lebih memungkinkan untuk menciptakan manusia yang adil dan beradab.


Read More >>>

08 May 2011

Ketika Kemakmuran Hanya sebuah Ilusi


Oleh: Moh Khairul Anwar
Siapa yang berani mengatakan bahwa negara ini miskin; dengan congkak mengatakan bangsa ini bodoh; dan siapa yang akan berkata bahwa negara-bangsa ini sebuah lelucon belaka? Tentu jawabannya tidak dari bangsa-bangsa lain, akan tetapi itulah kenyataan pahit yang mungkin dalam beberapa tahun kedepan harus kita terima secara lapang dada. Dan pengakuanya harus datang dari kita sendiri.
Disini, kita tidak akan membahas dan merinci seberapa besar potensi kekayaan alam yang dimiliki Indonesia. Ataupun melakukan klasifikasi tentang siapa saja putra bangsa yang tingkat intelegensinya mampu bersaing dengan bangsa-bangsa luar. Karena, persoalan semacam ini sebenarnya sangatlah basi dijadikan bahan diskusi, baik oleh media ataupun seminar-seminar umum di berbagai tempat. Hanya saja, masih harus diperjelas lagi mengenai apa sebenarnya yang menjadi faktor utama dari terus kandasnya saat kita coba memberikan dorongan terhadap pemerintah.
Pada pemerintahan SBY jilid ke dua ini, harus diakui bahwa sudah banyak kebobrokan-kebobrokan yang dilakukan pejabat negara berhasil diungkap oleh para penegak hukum. Sayangnya, bagian dari misi penegakan hukum tersebut baru di tataran permukaan dan sama sekali masih jauh dari substansi yang seharusnya menjadi prioritas, seperti menghukum semua pelaku terkait serta mengembalikan uang negara yang dirampok. Dan terkait hal ini, bukan hanya satu dua kali terjadi akan tetapi seakan sudah menjadi kelaziman (permisif) apalagi ada hubungannya dengan politik. 
Dengan demikian, sudah sampai waktunya saya mengatakan dalam tulisan ini bahwa selama koruptor terus dibiarkan merajalela jangan harap kemakmuran itu akan tiba. Justru selamanya kemajuan itu hanya sebatas angan-angan. Dengan konsekuensi logisnya, kekuatan hukum hanya berlaku bagi orang-orang kecil, sementara orang kaya (koruptor) cukup mengeluarkan setumpuk fulus untuk memuluskan jalannya. Maka, sudah wajar sekalipun sudah sedemikian sering program pendidikan direformasi, penyuluhan ide kreatif untuk pertanian dan reformasi birokasi dilakukan, namun tidak pernah berjalan sebagaimana diharapkan. Tentu saja, oleh karena di setiap lini tersebut dikuasai oleh orang-orang yang berorientasi penumpukan harta.
Read More >>>

25 April 2011

PEMUDA PRAGMATIS, ULAH SIAPA?


PEMUDA PRAGMATIS, ULAH SIAPA?
Oleh: Moh Khairul Anwar
Jauh-jauh hari sebelum abad ke-21, para penulis buku serta pemikir di seluruh dunia seakan duduk bersama untuk membicarakan agama yang menjadi candu masyarakat. Hal itu bisa dipahami, oleh karena pada masa itu keyakinan orang terhadap agama masing-masinglah yang menjadi referensi dalam praktek bersosial
Beda zaman, maka beda pula yang menjadi inti pembahasan dari para pemikir abad ini. Dengan terus dikembangkannya sistem informasi dan teknologi, perhatian dan keinginan manusiapun semakin tak bisa diarahkan. Tak terkecuali para generasi muda-yang justru menjadi icon, atau bahkan promotor dari setiap lahirnya gaya-gaya baru. Semua tergantung terhadap apa yang berguna bagi pribadi masing-masing.
Menurunnya kepedulian kita akan pendidikan (secara substansial) telah mengiris hati para pendiri bangsa ini. Bisa dibilang, kalangan tua dan kalangan muda bukan bersaing secara produktif, melainkan berbondong-bondong mengikuti jejak langkah orang barat-minus kesadaran bahwa perlu adanya tahapan-tahapan yang sistematis untuk sampai kesana. Dari sini saja, sudah tanpak persoalan besar (jika kita mengacu pada zaman orde lama).
Hanya saja, kalau kita mengklasifikasikan orang-orang yang duduk di pemerintahan sebagai kalangan tua dan para pemuda (seperti mahasiswa) serta orang-orang LSM, sama sekali tidak seimbang. Yang tua berpikiran pragmatis dan individualistik, sementara kalangan muda masih sangat idealis serta nasionalis. Walaupun pada gilirannya, golongan kedua pun sedikit banyak berpikiran sama seperti yang pertama, oleh karena jalan yang seharusnya tak lagi terakomodasi secara maksimal.   
Realitas itu seharusnya menjadi otokritik bagi kita semua, apabila menginginkan generasi bangsa ini sebagai penggerak perubahan. Selain itu, tak ada yang lebih meyakinkan dan mencerahkan terkait harapan kita ke depan dibanding memperbaiki sistem pendidikan dari segala sisi. Tanpa dijalankan sistem dan kurikulum pendidikan yang baik, demokrasi yang sementara ini  masih menjadi tumpuan kita semua bukan lagi menjadi sebuah “proses” melainkan hanya sebagai “dalil buta”. Dan parahnya, pemuda yang seharusnya menjadi harapan, berbalik seratus delapan puluh derajat menjadi ancaman-karena proses berpikirnya tak lagi tekontrol.
Read More >>>