Selamat
datang.......sobat-sobat di warung diskusi. Kali ini aku akan sedikit
mendiskusikan tentang sebuah realitas terkait dunia tekno. Yang kata sebagian
banyak orang memberikan bayak kemudahan dan tanpa sedikitpun mempersulit diri
kita. Mulai dari HP, Komputer, Laptop, Netbook, dan beragam teknologi lainnya.
Tapi
sayang, keyakinan semacam itu tidak banyak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya,
Justru yang tanpak dari tawaran instan teknologi adalah secara tidak langsung menjadikan
kita malas-malasan, sehingga enggan untuk berpikir keras. Serta selalu dan
selalu mengembalikan segala sesuatu pada kemolekan teknologi.
Lihat
saja, misalnya, bila kita mencoba bandingkan antara satu produk dengan produk
lainnya. Tidak jarang, malah membuat kita pusing. (Yaaaaac,,,,tentu saja beda
lagi bagi sobat-sobat yang kantongnya selalu dijauhkan dari musim kemarau alias
tajir gitu, jadi bila suatu waktu timbul keinginan untuk sama kayak lainnya
hanya tinggal beli dueh bahkan langsung yang sekelas Apple). Padahal, hampir
bisa dikatakan perkembangan teknologi terus mengalami akselerasi setiap saat.
Hampir
semua yang dipaparkan disini sebenarnya berangkat dari pengalaman
penulis. Awalnya, penulis dikasih kepercayaan oleh seorang temen (sebenarnya
yang paling tepat temen mesra gtu, hehehe) untuk ngerawat laptopnya. Laptopnya
tersebut merek Acer type 5050. Pada suatu waktu, terdapat jin ifrit yang
spesialisasinya klo nggak memanipulasi file-file bisa-bisa laptopnya nggak bisa
idup lagi. Nah, punya temenq itu kemarin hampir semua software di partisi C
nggak fungsi semua atau eror, ya mau tidak mau harus diinstal ulang deh.
Tapi,
enaknya, sekalipun driver laptopnya hilang, tapi dengan mudah aku download di
situs resminya Acer (www.Acer.com).
Tinggal masukin typenya, maka tinggal milih driver apa yang mau didownload.
Walaupun, kelemahan yang paling populer dari Acer adalah prosesornya cepet
panas. Dan klo bahasanya temen-temen ketika nongkrong sambil hotspotan, wah
kalo telur ditaruh dideketnya bisa mateng juga nic. Gimana tidak, wong panasnya
kyak neraka. Lebai toh? Ya, mau gimana lagi wong pake kipas aja nggak mempan.
Nah,
selanjutnya kita berpindah pada produk yang memang menjadi inti pembicaraan
kita, yaitu Asus type 1015B. Untuk yang ini memang kebetulan kepunyaan penulis
sendiri. Tanpa bertele-tele lagi, suatu saat netbook q ntu biasa aja
wirelessnya berfungsi seperti lainnya, tapi tahu-tahu malah ‘signal limited’ (sinyal terbatas) terus.
Padalah, ketika dipake hotspotan punya yang lain sinyalnya penuh. Sementara
punya q sinyal ada tapi nggak bisa connect. Karena udah kehabisan akal,
akhirnya penulis masrahin sama temen yang memang udah terbiasa mengotak-atik
laptop sambil dia minta bantuan temen-temennya. Hasil akhirnya, sama saja tidak
gool dan parahnya lagi tidak diketahui penyebabnya. Sehingga, kesimpulan akhir
yang memang biasa dipake oleh para ulat-ulat komputer dan laptop, harus
diinstal ulang.
Setelah
mengikuti anjuran tersebut, ternyata memang berhasil. Walaupun awalnya, ketika
penulis mencoba nginstal sendiri, sempat emosi karena nggak dapet-dapet
pinjeman flasdish yang di atas 4 GB. Sebab, seperti, diinformasikan oleh mbah
google, untuk nginstal windows 7 memang minimal kapasitas flasnya 4GB, bahkan di
atasnya. Dan yang enak lagi kalo punya hardish eksternal. Cuma, dari saking
mumetnya tak suruh instalin aja sama temen. Dari pengakuannya sih katanya dia
make yang 4 GB. Tapi, bagi penulis hal tersebut tidak penting asal udah bisa
diintal ulang.
Klimaknya,
penulis tinggal nginstal driver netbooknya. Nah di sini nic emosi udah mulai
memuncak. Dikarenakan CD driver ikutannya ketinggalan di rumah tepatnya di
pulau garam sana. Sementara, penulis ada di Jogja, menyebalkan banget kan?
Tentu saja belum. Karena saya masih berpikir bahwa tinggal download aja di
situsnya (www.Asus.com) atau situs
konco-konco lain yang juga menyediakan. Langsung aja saya pergi ke warnet.
Tapi, yang didapati malah hanya tambah membingungkan aja. Soalnya,
walaupun udah tak masukin type Asusnya, yang keluar malah berbagai macam jenis
dan model. Baik driver VGA, Wireless, Touchpad, Audio, LAN, BIOS, dan
lain-lain. Masing-masing dari driver tersebut menyediakan lebih satu jenis
versi. Padahal yang kita butuhkan dari masing-masing semua itu kan cuma
satu versi saja. Namun, ketika saya cocokkan dengan driver awal yang di laptop
malah nggak ada yang cocok sama sekali. Tentu saja, saya putus asa.
Akan
tetapi, bagi sobat-sobat semua. Nggak usah ikut pusing seperti yang pernah aku
alami. Karena, tinggal download aja semua yang tersedia, kemudian dicoba
satu persatu. Atau yang lebih gampang lagi, pilih versi
yang paling mendekati dengan driver sebelumnya. Oke, selamat mencoba semua dan
jangan cepat putus asa. Karena, dari semua yang kita lakukan mempunyai nilai
pelajaran kalau kita bisa terus bersabar dan memahaminya.
3 comments:
saya masih proses mau beli ini jadi sambil cari cari kelemahannya buat antisipasi
makasih infonya yang bermanfaat
sama-sama Dima Amelinda,memang harus cermat dalam membeli produk elektronik
Post a Comment