03 January 2017

Kelemahan Netbook Asus Eee PC 1015B


Selamat datang.......sobat-sobat di warung diskusi. Kali ini aku akan sedikit mendiskusikan tentang sebuah realitas terkait dunia tekno. Yang kata sebagian banyak orang memberikan bayak kemudahan dan tanpa sedikitpun mempersulit diri kita. Mulai dari HP, Komputer, Laptop, Netbook, dan beragam teknologi lainnya.
Tapi sayang, keyakinan semacam itu tidak banyak sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya, Justru yang tanpak dari tawaran instan teknologi adalah secara tidak langsung menjadikan kita malas-malasan, sehingga enggan untuk berpikir keras. Serta selalu dan selalu mengembalikan segala sesuatu pada kemolekan teknologi.
Lihat saja, misalnya, bila kita mencoba bandingkan antara satu produk dengan produk lainnya. Tidak jarang, malah membuat kita pusing. (Yaaaaac,,,,tentu saja beda lagi bagi sobat-sobat yang kantongnya selalu dijauhkan dari musim kemarau alias tajir gitu, jadi bila suatu waktu timbul keinginan untuk sama kayak lainnya hanya tinggal beli dueh bahkan langsung yang sekelas Apple). Padahal, hampir bisa dikatakan perkembangan teknologi terus mengalami akselerasi setiap saat.
Hampir semua yang dipaparkan disini sebenarnya berangkat dari pengalaman penulis.  Awalnya, penulis dikasih kepercayaan oleh seorang temen (sebenarnya yang paling tepat temen mesra gtu, hehehe) untuk ngerawat laptopnya. Laptopnya tersebut merek Acer type 5050. Pada suatu waktu, terdapat jin ifrit yang spesialisasinya klo nggak memanipulasi file-file bisa-bisa laptopnya nggak bisa idup lagi. Nah, punya temenq itu kemarin hampir semua software di partisi C nggak fungsi semua atau eror, ya mau tidak mau harus diinstal ulang deh.
Tapi, enaknya, sekalipun driver laptopnya hilang, tapi dengan mudah aku download di situs resminya Acer (www.Acer.com). Tinggal masukin typenya, maka tinggal milih driver apa yang mau didownload. Walaupun, kelemahan yang paling populer dari Acer adalah prosesornya cepet panas. Dan klo bahasanya temen-temen ketika nongkrong sambil hotspotan, wah kalo telur ditaruh dideketnya bisa mateng juga nic. Gimana tidak, wong panasnya kyak neraka. Lebai toh? Ya, mau gimana lagi wong pake kipas aja nggak mempan.
Nah, selanjutnya kita berpindah pada produk yang memang menjadi inti pembicaraan kita, yaitu Asus type 1015B. Untuk yang ini memang kebetulan kepunyaan penulis sendiri. Tanpa bertele-tele lagi, suatu saat netbook q ntu biasa aja wirelessnya berfungsi seperti lainnya, tapi tahu-tahu malah ‘signal limited’ (sinyal terbatas) terus. Padalah, ketika dipake hotspotan punya yang lain sinyalnya penuh. Sementara punya q sinyal ada tapi nggak bisa connect. Karena udah kehabisan akal, akhirnya penulis masrahin sama temen yang memang udah terbiasa mengotak-atik laptop sambil dia minta bantuan temen-temennya. Hasil akhirnya, sama saja tidak gool dan parahnya lagi tidak diketahui penyebabnya. Sehingga, kesimpulan akhir yang memang biasa dipake oleh para ulat-ulat komputer dan laptop, harus diinstal ulang.
Setelah mengikuti anjuran tersebut, ternyata memang berhasil. Walaupun awalnya, ketika penulis mencoba nginstal sendiri, sempat emosi karena nggak dapet-dapet pinjeman flasdish yang di atas 4 GB. Sebab, seperti, diinformasikan oleh mbah google, untuk nginstal windows 7 memang minimal kapasitas flasnya 4GB, bahkan di atasnya. Dan yang enak lagi kalo punya hardish eksternal. Cuma, dari saking mumetnya tak suruh instalin aja sama temen. Dari pengakuannya sih katanya dia make yang 4 GB. Tapi, bagi penulis hal tersebut tidak penting asal udah bisa diintal ulang.
Klimaknya, penulis tinggal nginstal driver netbooknya. Nah di sini nic emosi udah mulai memuncak. Dikarenakan CD driver ikutannya ketinggalan di rumah tepatnya di pulau garam sana. Sementara, penulis ada di Jogja, menyebalkan banget kan? Tentu saja belum. Karena saya masih berpikir bahwa tinggal download aja di situsnya (www.Asus.com) atau situs konco-konco lain yang juga menyediakan. Langsung aja saya pergi ke warnet. Tapi, yang didapati malah hanya tambah membingungkan aja.  Soalnya, walaupun udah tak masukin type Asusnya, yang keluar malah berbagai macam jenis dan model. Baik driver VGA, Wireless, Touchpad, Audio, LAN, BIOS, dan lain-lain. Masing-masing dari driver tersebut menyediakan lebih satu jenis versi.  Padahal yang kita butuhkan dari masing-masing semua itu kan cuma satu versi saja. Namun, ketika saya cocokkan dengan driver awal yang di laptop malah nggak ada yang cocok sama sekali. Tentu saja, saya putus asa.
Akan tetapi, bagi sobat-sobat semua. Nggak usah ikut pusing seperti yang pernah aku alami. Karena, tinggal download aja semua yang tersedia, kemudian dicoba satu     persatu. Atau yang lebih gampang lagi, pilih versi yang paling mendekati dengan driver sebelumnya. Oke, selamat mencoba semua dan jangan cepat putus asa. Karena, dari semua yang kita lakukan mempunyai nilai pelajaran kalau kita bisa terus bersabar dan memahaminya.

3 comments:

Unknown said...

saya masih proses mau beli ini jadi sambil cari cari kelemahannya buat antisipasi

Unknown said...

makasih infonya yang bermanfaat

Warung Diskusi said...

sama-sama Dima Amelinda,memang harus cermat dalam membeli produk elektronik