18 March 2012

Mahasiswa Harus Berpihak Kepada Rakyat

Mahasiswa Harus Berpihak Kepada Rakyat
Oleh: Moh Khairul Anwar
Dunia mahasiswa adalah locus yang kita yakini paling menjanjikan untuk menerawang sebuah kehidupan bangsa ke depannya.  Kondisi sosial yang kian tak jelas arahnya menuntut mindsite tersebut didaur ulang. Bahkan, jika dikira mendesak, harus dilakukan tindakan tegas terhadap segala sesuatu yang kita sebut ‘penyakit sosial’, oleh siapapun dan dimanapun saja.
Begitu pula, di tengah-tengah kondisi sosial dan pemerintahan yang dibayang-bayangi oleh praktik kongkalikong para penjajah hak-hak rakyat serta mudahnya jual beli hukum, maka dibutuhkan restorasi nasional. Restorasi yang dimaksud di sini meliputi segala lini instansi pemerintahan, di mana saat ini sulit sekali kita temukan sebuah sikap yang akuntabel. Justru yang sering kali kita nonton hanyalah ‘perang manipulasi’-yang tentu tidak berorientasi untuk kepentingan yang lebih besar.
Dengan demikian, tidak adanya sebuah instansi pemerintahan yang mampu mengakomodir segala kebutuhan dan hak-hak rakyat sebagaimana mestinya, memang benar adanya. Terbukti, pada gilirannya rakyat layaknya anak ayam yang kehilangan induknya, tidak tahu harus bersandar kepada siapa untuk memperbaiki kondisi hidupnya. Sehingga, dalam kondisi yang seperti inilah kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan guna memecah kebuntuan. Mereka harus bisa melebur dengan masyarakat serta menjadi motor penggerak dari bawah.
Terkait hal tersebut, paling tidak ada dua poin yang sifatnya krusial untuk dilakukan oleh mahasiswa. Pertama, mahasiswa harus menjadi pengontrol pemerintah. Mahasiswa yang baik adalah bilamana mampu bersikap proaktif terhadap segala sesuatu terkait perkembangan pemerintahan. Terutama terhadap semua kebijakan yang dikeluarkan, apakah murni pro rakyat atau tidak. Bila tidak, maka mahasiswa wajib mengoreksi dan memberikan bahan evaluasi terhadap pemerintah.
Kedua, mengembangkan masyarakat. Untuk poin ini sangat identik dengan kata merakyat. Dalam artian, mahasiwa diharuskan tidak lagi bersikap ekskusif dan menganggap masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah. Di sini saya kira yang selama ini sering kali terjadi salah pengertian oleh mahasiswa sendiri. Padahal, setahtera tidaknya rakyat sebenarnya tergantung kepada kesadaran mahasiswa itu sendiri.

No comments: