Mahasiswa Harus Berpihak Kepada Rakyat
Oleh: Moh Khairul Anwar
Dunia mahasiswa adalah locus yang kita yakini paling
menjanjikan untuk menerawang sebuah kehidupan bangsa ke depannya. Kondisi sosial yang kian tak jelas arahnya
menuntut mindsite tersebut didaur
ulang. Bahkan, jika dikira mendesak, harus dilakukan tindakan tegas terhadap
segala sesuatu yang kita sebut ‘penyakit sosial’, oleh siapapun dan dimanapun
saja.
Begitu pula, di tengah-tengah
kondisi sosial dan pemerintahan yang dibayang-bayangi oleh praktik kongkalikong
para penjajah hak-hak rakyat serta mudahnya jual beli hukum, maka dibutuhkan
restorasi nasional. Restorasi yang dimaksud di sini meliputi segala lini
instansi pemerintahan, di mana saat ini sulit sekali kita temukan sebuah sikap
yang akuntabel. Justru yang sering kali kita nonton hanyalah ‘perang
manipulasi’-yang tentu tidak berorientasi untuk kepentingan yang lebih besar.
Dengan demikian, tidak
adanya sebuah instansi pemerintahan yang mampu mengakomodir segala kebutuhan
dan hak-hak rakyat sebagaimana mestinya, memang benar adanya. Terbukti, pada
gilirannya rakyat layaknya anak ayam yang kehilangan induknya, tidak tahu harus
bersandar kepada siapa untuk memperbaiki kondisi hidupnya. Sehingga, dalam
kondisi yang seperti inilah kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan guna memecah
kebuntuan. Mereka harus bisa melebur dengan masyarakat serta menjadi motor
penggerak dari bawah.
Terkait hal tersebut,
paling tidak ada dua poin yang sifatnya krusial untuk dilakukan oleh mahasiswa.
Pertama, mahasiswa harus menjadi pengontrol pemerintah. Mahasiswa yang baik
adalah bilamana mampu bersikap proaktif terhadap segala sesuatu terkait
perkembangan pemerintahan. Terutama terhadap semua kebijakan yang dikeluarkan,
apakah murni pro rakyat atau tidak. Bila tidak, maka mahasiswa wajib mengoreksi
dan memberikan bahan evaluasi terhadap pemerintah.
Kedua, mengembangkan
masyarakat. Untuk poin ini sangat identik dengan kata merakyat. Dalam artian,
mahasiwa diharuskan tidak lagi bersikap ekskusif dan menganggap masyarakat
adalah tanggung jawab pemerintah. Di sini saya kira yang selama ini sering kali
terjadi salah pengertian oleh mahasiswa sendiri. Padahal, setahtera tidaknya
rakyat sebenarnya tergantung kepada kesadaran mahasiswa itu sendiri.
No comments:
Post a Comment