12 January 2018

Keunggulan Tembakau Madura


Sudah bukan rahasia lagi bahwa ‘Tembakau madura’ memiliki kekhasannya sendiri, ditambah lagi mempunyai dua peran yang menonjol yaitu perananannya dalam racikan sigaret keretek dan peranannya terhadap perekonomian baik mikro (rumah tangga) maupun mako (wilayah).

Tembakau madura memiliki mutu spesifik yang sangat dibutuhkan oleh industri sigaret keretek sebagai bahan baku utama. Sehubungan dengan peranannya sebagai pembentuk dan penentu aroma rokok keretek, semua pabrik rokok keretek dalam racikannya membutuhkan Tembakau madura.

Komposisi penggunaan Tembakau madura pada tiap batang rokok keretek berkisaran antar 14-22 % (Gappri, 1994). Lebarnya selang komposisi Tembakau madura pada racikan sigaret keretek diduga disebabkan dari masing-masing jenis sigaret keretek tersebut komposisi Tembakau maduranya berbeda.

Produk industri sigaret keretek ada tiga jenis yaitu Sigaret Keretek Tangan (SKT), sigaret keretek mesin (SKM), dan sigaret keretek kelobot (KLB). Diantara tiga jenis sigaret keretek tersebut yang rasanya lebih ringan dan aromanya lebih segara adalah SM, produksi tahun 1972 sebanyak 46 juta batang (Tarmidi, 1996). Untuk memproduksi SKM yang mempunyai rasa ringna dan aroma segar dibutuhkan komposisi Tembakau Madura yang lebih banyak. Sasaran industri sigaret kretek memproduksi SKM adalah merebut pangsa pasar sigaret putih mesin (SPM. Kenyataannya tidak hanya pangsa pasar SPM yang direbut, tetapi juga pangsa pasar SKT dan KLB. Permintaan SKM meningkat pesat, jika tahun 1993 sebanyak 97, 3 milyar, pada 1997 meningkat sebesar 30%. Kondisi demikian menyebabkan permintaan Tembakau madura meningkat sangat cepat. Sebagai indikator pada tahun 1991 areal Tembakau madura seluas 35.236 ha, pada 1995 meningkat menjadi 64.500 ha, yang diikuti kenaikan harga dari Rp. 3.800.00, menjadi Rp. 7.500,00  per kg rajangan kering.

Meningkatnya areal Tembakau madura yang diikuti oleh meningkatnya harga, memberi petunjuk semakin kuatnya keunggulan kompetitif. Pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan rumah tangga dan penembanga ekonomi wilayah. Pernanan usaha tani Tembakau berkisar antara 60-80% terhadap total pendapatan petani. Penggunaan pendapatan dari usaha tani Tembakau dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan di luar pangan yang mempunyai dampak berganda yang cukup tinggi. Kondisi demikian menyebabkan pengembangan komoditas Tembakau sanagat berperan sebagai sumber pertumbuhan wilayah. Di samping itu keberhasilan usaha tani Tembakau memperlancar peemasukan PBB dan retribusi sebagai sumber pendapatan asli daerah.

Seperti telah disebutkan bahwa semua pabrik rokok kretek dalam racikannya menggunakan Tembakau madura, sedangkan lokasi pabrik di luar P. Madura. dengan demikian pada musin panen Tembakau banyak utusan pabrik rokok kretek berdatangan ke P. Madura, sehingga tingkat hunian hotel di atas 80%.


No comments: