21 July 2011

Uang Bukan Ukuran Kesuksesan

    Uang Bukan Ukuran Kesuksesan
Oleh: Moh Khairul Anwar
Terus melambungnya pertumbuhan penduduk dan berkembang pesatnya teknologi informasi, adalah salah satu faktor dominan yang membuat masyarakat kian serius berlomba-lomba untuk mendapatkan jatah pekerjaan. Baik dalam tataran birokrasi maupun usaha yang dipelopori sendiri.
Namun, yang menjadi masalah cukup serius ialah gejala tersebut tidak hanya merambah aspek sosiologis masyarakat, tapi hampir bisa dikatakan telah menjadi konsensus masyarakat kita saat ini. Dalam konteks yang lebih kecil, konsensus atau kesatuan pemahaman tersebut bisa kita lihat dengan betapa minimnya kontrol orang tua terhadap perkembangan studi anaknya. Sebaliknya, justru secara terus menerus mental mereka disuguhi wejangan agar besok setelah lulus bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang banyak.
Pada dasarnya, pola pikir semacam itu memang tidak ada persoalan, bahkan secara arif kita bisa memahaminya sebagai bentuk kasih sayang orang tua. Hanya saja, yang perlu dikhawatirkan ialah jika paradigma tersebut dijadikan tujuan utama dalam proses pendidikan di negeri ini. Karena, mau tidak mau pendidikan tetap harus diorientasikan untuk membentuk generasi bangsa yang berwatak intelektual dan humanis, sebagai solusi dari semakin kompleksnya persoalan yang membelenggu bangsa dan Negara kita saat ini.
Tidak berhenti di situ, semakin digalakkannya pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) di perguruan tinggi juga tidak bisa kita lihat dengan sebelah mata saja. Dengan menggunakan metode penyampaian materi yang persuasif dan kontekstual, tanpa disadari akan membuat materi ini mendapatkan perhatian yang lebih. Sebagai implikasinya, pola pikir mahasiswa pun lebih berkecenderungan pada hal-hal yang berbau materialistis semata.
Oleh karenanya, mulai sekarang, menjadi kewajiban semua pihak yang peduli terhadap pendidikan untuk mendiskusikan kembali terkait (minimal) dua realitas di atas. Mengingat, pendidikan harus selalu dipahami oleh semua sebagai benih peradaban, dan dari peradaban itulah akan tercipta kesejahteraan. Amin.  

No comments: