Uang
Bukan Ukuran Kesuksesan
Oleh:
Moh Khairul Anwar
Terus melambungnya pertumbuhan penduduk
dan berkembang pesatnya teknologi informasi, adalah salah satu faktor dominan
yang membuat masyarakat kian serius berlomba-lomba untuk mendapatkan jatah
pekerjaan. Baik dalam tataran birokrasi maupun usaha yang dipelopori sendiri.
Namun, yang menjadi masalah cukup serius
ialah gejala tersebut tidak hanya merambah aspek sosiologis masyarakat, tapi
hampir bisa dikatakan telah menjadi konsensus masyarakat kita saat ini. Dalam
konteks yang lebih kecil, konsensus atau kesatuan pemahaman tersebut bisa kita
lihat dengan betapa minimnya kontrol orang tua terhadap perkembangan studi
anaknya. Sebaliknya, justru secara terus menerus mental mereka disuguhi wejangan agar besok setelah lulus bisa
mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang banyak.
Pada dasarnya, pola pikir semacam itu
memang tidak ada persoalan, bahkan secara arif kita bisa memahaminya sebagai
bentuk kasih sayang orang tua. Hanya saja, yang perlu dikhawatirkan ialah jika paradigma
tersebut dijadikan tujuan utama dalam proses pendidikan di negeri ini. Karena,
mau tidak mau pendidikan tetap harus diorientasikan untuk membentuk generasi
bangsa yang berwatak intelektual dan humanis, sebagai solusi dari semakin
kompleksnya persoalan yang membelenggu bangsa dan Negara kita saat ini.
Tidak berhenti di situ, semakin
digalakkannya pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship)
di perguruan tinggi juga tidak bisa kita lihat dengan sebelah mata saja. Dengan
menggunakan metode penyampaian materi yang persuasif dan kontekstual, tanpa
disadari akan membuat materi ini mendapatkan perhatian yang lebih. Sebagai
implikasinya, pola pikir mahasiswa pun lebih berkecenderungan pada hal-hal yang
berbau materialistis semata.
Oleh karenanya, mulai sekarang, menjadi
kewajiban semua pihak yang peduli terhadap pendidikan untuk mendiskusikan
kembali terkait (minimal) dua realitas di atas. Mengingat, pendidikan harus selalu
dipahami oleh semua sebagai benih peradaban, dan dari peradaban itulah akan
tercipta kesejahteraan. Amin.
No comments:
Post a Comment