Oleh:
Moh Khairul Anwar
Diberitakannya
mahasiswa UMM, UGM, UIN Jakarta, dan lainnya telah menjadi korban NII merupakan
pukulan telak bagi dunia pendidikan kita. Sepintas muncul pertanyaan dalam
benak penulis, akankah sudah pupus harapan kita terhadap generasi muda?
Pertanyaan
di atas memang sangat sederhana, hanya saja dengan melihat perilaku beberapa generasi
muda (tak terkecuali mahasiswa) pada era ini menjadikan pandangan kita ke depan
semakin suram. Seperti, tawuran antar sekolah, bentrokan mahasiswa dua fakultas
berbeda, beredarnya video asusiala, dan merebaknya tindakan-tindakan
kriminalitas (kontra produktif) lainnya di berbagai tempat. Ditambah lagi,
dengan makin banyaknya mahasiswa yang tergoda mengikuti kelompok-kelompok
aliran keras.
Sampailah
kita pada kesimpulan bahwa zaman modern memang menggiurkan, dan jarang yang
masih mau berpegang teguh pada pola hidup tradisionalnya. Beberapa contoh
penyimpangan di atas, merupakan indikasi bahwa sistem pendidikan di negeri ini
mengalami disorientasi. Mahasiswa yang seharusnya menjadi motor penggerak, kian
hari terlihat semakin kelimpungan menghadapi tantangan zaman. Hal itu, tidak
lain diakibatkan oleh karena mereka sudah meninggalkan kebudayaan utama
(menurut Ashley Montage, kebudayaan mencerminkan tanggapan manusia terhadap
kebutuhan dasarnya) yang memang menjadi tanggung jawabnya sebagai masyarakat
akademis, yaitu pengembangan pengetahuan. Indikasi dasar ini tentu saja menjadi
persoalan serius oleh karena apabila mahasiswa sudah tidak peduli lagi akan
tugas utamanya, maka pertanyaan di atas dibutuhkan seminar besar untuk
menjawabnya.
Ditinggalkannya
kebudayaan atau etika akademis tersebut adalah menjadi PR kita semua. Sehingga,
yang dibutuhkan kemudian adalah jangan sampai forum-forum diskusi di
kampus-kampus semakin punah, selain kuliah yang pendapatan keilmuannya tidak
seberapa. Pentingnya forum tersebut mengacu pada jejak (alm.) Gus Dur, sewaktu
dia menuntut ilmu di timur tengah. Seorang guru bangsa yang kita semua mengakui
akan pengaruh dan kedalaman keilmuannya. Beliau lebih banyak dan gemar
menghadiri forum-forum diskusi di tempat ngopi, mengingat ilmuan banyak
berkumpul disana. Karena, bukan hanya ilmu yang akan kita dapat di
tempat-tempat seperti demikian, akan tetapi kita akan bisa membedah persoalan
lebih dalam lagi.
No comments:
Post a Comment