Dimulai
Dari Hidup Mandiri
Oleh:
Moh Khairul Anwar
Bagi
kebanyakan akademisi yang masih menjunjung tinggi idealismenya akan memandang
sebelah mata para pengusaha. Atau lebih tepatnya dunia usaha yang cenderung
berpijak pada pragmatisme dan oportunisme. Memposisikan kepentingan pribadi di
atas kepentingan orang banyak-yang tentu berbanding terbalik dengan cita-cita
pendidikan.
Kalau dilihat
secara realistis, anggapan sebelah mata itu tentu tidak sepenuhnya benar.
Sebagai bagian dari golongan idealis, pelajar atau mahasiswa sudah tentu harus
mengorientasikan segala tindakannya untuk kepentingan yang lebih luas (global).
Dan menjadi salah satu tugasnya adalah menciptakan dan meneruskan pembangunan,
seperti memberdayakan masyarakat. Di mana, untuk bisa menjalankan program
seperti demikian itu dengan efektif, tidak cukup jika hanya menyodorkan
teori-teori mentah (soft skill), akan tetapi diperlukan contoh konkrit
dan sarana prasarana yang memadai (hard skill).
Apalagi,
dengan semakin menguatnya kaum pemodal (kapitalis dengan berbagai bentuknya),
kian disadari telah membuat sebagian besar bangsa ini hanya menjadi pengonsumsi
sejati. Lebih-lebih, sangat sulit rasanya untuk membuat prediksi kapan bangsa
ini bisa keluar dari kerangkeng konsumen, selama pemudanya masih lebih gemar
menikmati produk-produk orang lain (baca: asing).
Oleh
karenaya, sejak sekarang harus disadari bahwa antara pendidikan dan dunia usaha
(entrepreneurship) adalah ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.
Lagi pula, hidup mandiri juga merupakan salah satu tujuan utama dari pendidikan
itu sendiri. Dengan mengusahakan agar segala kebutuhan pribadinya mampu
dipenuhi sendiri-tidak lagi bergantung kepada orang tua-, adalah awal yang baik
untuk bisa memberdayakan orang lain.
Dengan
demikian, diharapkan kepada seluruh tenaga pengajar di berbagai tingkatan
pendidikan untuk mensosialisakan hal tersebut. Berikut, adalah perhatian yang
lebih dari pemerintah untuk terus melahirkan program-program dalam mana mendukung
terhadap organisasi kepemudaan.
Sumber: Suara Merdeka, 20
Agustus 2011 (http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak_cat/19/Kampus)
No comments:
Post a Comment