Dalam rangka
memperbincangkan tentang peran forum rektor se-indonesia, secara otomatis kita
harus menerawang kondisi sosial secara keseluruhan. Sebab, Rektor adalah icon
pendidikan yang mau tidak mau mesti selalu berada di garda terdepan dalam
melakukan kontrol sosial, disamping tugas pokoknya mencetak para
inisiator-inisiator progresif di masa depan. Dan memang tema inilah yang selalu
didiskusikan di beberapa kampus.
Karena, kalau boleh
menggunakan kalimat yang sedikit bombastis, kampus bisa diibaratkan sebagain
DPR kedua setelah DPR pusat. Kalau DPR pusat mempunyai tugas seperti legislasi
dan budgeting, tapi kampus mempunyai kewajiban menganalisis produk kebijakan
pusat yang kemudian dikomparasikan dengan aspirasi rakyat. Semisal ditengarai
bahwa kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan keinginan rakyat, maka
kampus berhak mencarikan solusinya dan diajukan ke pusat.
Namun, tentu hal
tersebut akan tercapai bilamana rektor beserta jajarannya mempunyai program
(termasuk kurikulum) yang jelas serta meninggalkan sikap formalisme-yang
notabene kontra produktif dengan cita-cita pendidikan kita. Kalau kita teliti
lebih cermat, memang persoalan tersebut yang sampai saat ini masing menjadi
ambiguitas dalam dunia pendidikan di negeri ini. Berharap ikut andil dalam
melakukan transformasi sosial, tapi lagi-lagi para birokrasinya juga tidak bisa
bebas dari politik dan perebutan kekuasaan. Berikut, sistem yang dijalankan
membuat mahasiswanya hanya aktif duduk manis di bangku kuliah, namun tak mampu
membuka mata dan pikirannya terhadap kondisi sosial.
Kenyataan ini tentu
sangat disayangkan melihat kondisi sosial sekarang yang kian tidak menentu,
serta makin maraknya penyakit sosial yang tidak lain memang berada sekaligus
berasal dari lorong-lorong kampus dan sekolahan. Pertanyaannya kemudian, siapa
lagi yang akan mencarikan solusinya jika bukan masyarakat kampus, yang secara
formal merupakan perhentian terakhir dalam dunia pendidikan? Oleh karenanya,
sudah sepantasnya forum rektor yang saat ini sedang dinahkodai oleh Prof. Dr.
Badia Perizade, M.B.A., bekerja keras dalam melakukan terobosan besar guna
menjawab persoalan sosial.
No comments:
Post a Comment