FRI
dan Pembangunan Bangsa
Kondisi
sosial masyarakat yang kian mengarah pada konsumerisme serta pragmatisme memang
menuntut adanya gebrakan untuk secara cepat menumbuhkan kesadaran masyarakat.
Dan hal ini hanya bisa dilakukan, atau lebih tepatnya dimotori oleh kelangan
yang bisa masuk ke segala lika-liku kehidupan rakyat (termasuk di dalamnya
adalah Forum Rektor Indonesia).
Sekalipun
secara struktural, rektor berada di wabah langsung pengawasan presiden, namun
pemberdayaan masyarakat seyogyanya menjadi salah satu prioritas utamanya. Bukan
malah bersikap elitis-eksklusif yang kecenderungannya seakan enggan mengurusi
persoalan kumuh kaum papa. Sebab, rektor merupakan kaum intelektual dalam mana
setiap tindakannya harus berorientasi global serta senantiasa mengabdi untuk
memperjuangkan kepentingan rakyat secara keseluruhan. Kesadaran semacam ini
saya pikir sudah ada dalam benak setiap rektor, hanya saja selama ini masih
belum terlaksana secara maksimal.
Lebih
lanjut, pembiaran terhadap kondisi masyarakat di atas secara tidak langsung
mangamini bahwa bangsa ini pada akhirnya akan menajadi konsumen sejati. Dan
tentu saja hal ini menyalahi etika serta idealisme kaum terpelajar. Walaupun,
secara praktis sampai saat ini bangsa ini masih lebih suka mengkonsumsi barang
jadi dibanding membuatnya sendiri. Akan, tetapi, justru kelemahan produktifitas inilah yang semestinya menjadi agenda besar
kita bersama untuk segera dicarikan jalan keluarnya. Maka, setuju atau tidak,
sistem pendidikan kita harus diperbaiki. Khususnya, kampus jangan sampai
dijadikan tempat untuk mencari pundi-pundi rezeki para dosen yang kompentensi
keilmuannya tidak mumpuni. Sehingga, berimplikasi negatif, yaitu melahirkan mahasiswa
yang berpikiran instan dan selalu mencari jalan pintas.
Dengan
demikian, Forum Rektor Indonesia diharapkan bisa melaksanakan tugasnya
sebagaimana mestinya. Sebab, rakyat sudah putus asa karena tidak ada lagi yang
bisa dipercaya di institusi pemerintahan kita. Dan di sisi lain, kondisi saat
ini sebenarnya menguntungkan bagi FRI sendiri. Dalam artian, Rektor sebagai
bagian dari kaum intelektual yang notebene tetap menjunjung tinggi idealisme
sangat berpotensi besar untuk bisa dipercaya, bahkan dihormati oleh masyarakat.
No comments:
Post a Comment