01 December 2011

Fungsi Forum Rektor Indonesia


FRI dan Pembangunan Bangsa

Kondisi sosial masyarakat yang kian mengarah pada konsumerisme serta pragmatisme memang menuntut adanya gebrakan untuk secara cepat menumbuhkan kesadaran masyarakat. Dan hal ini hanya bisa dilakukan, atau lebih tepatnya dimotori oleh kelangan yang bisa masuk ke segala lika-liku kehidupan rakyat (termasuk di dalamnya adalah Forum Rektor Indonesia).
Sekalipun secara struktural, rektor berada di wabah langsung pengawasan presiden, namun pemberdayaan masyarakat seyogyanya menjadi salah satu prioritas utamanya. Bukan malah bersikap elitis-eksklusif yang kecenderungannya seakan enggan mengurusi persoalan kumuh kaum papa. Sebab, rektor merupakan kaum intelektual dalam mana setiap tindakannya harus berorientasi global serta senantiasa mengabdi untuk memperjuangkan kepentingan rakyat secara keseluruhan. Kesadaran semacam ini saya pikir sudah ada dalam benak setiap rektor, hanya saja selama ini masih belum terlaksana secara maksimal.  
Lebih lanjut, pembiaran terhadap kondisi masyarakat di atas secara tidak langsung mangamini bahwa bangsa ini pada akhirnya akan menajadi konsumen sejati. Dan tentu saja hal ini menyalahi etika serta idealisme kaum terpelajar. Walaupun, secara praktis sampai saat ini bangsa ini masih lebih suka mengkonsumsi barang jadi dibanding membuatnya sendiri. Akan, tetapi, justru kelemahan produktifitas  inilah yang semestinya menjadi agenda besar kita bersama untuk segera dicarikan jalan keluarnya. Maka, setuju atau tidak, sistem pendidikan kita harus diperbaiki. Khususnya, kampus jangan sampai dijadikan tempat untuk mencari pundi-pundi rezeki para dosen yang kompentensi keilmuannya tidak mumpuni. Sehingga, berimplikasi negatif, yaitu melahirkan mahasiswa yang berpikiran instan dan selalu mencari jalan pintas.
Dengan demikian, Forum Rektor Indonesia diharapkan bisa melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. Sebab, rakyat sudah putus asa karena tidak ada lagi yang bisa dipercaya di institusi pemerintahan kita. Dan di sisi lain, kondisi saat ini sebenarnya menguntungkan bagi FRI sendiri. Dalam artian, Rektor sebagai bagian dari kaum intelektual yang notebene tetap menjunjung tinggi idealisme sangat berpotensi besar untuk bisa dipercaya, bahkan dihormati oleh masyarakat.

No comments: