Mengembalikan
Nilai-Nilai Kebangsaan
Semakin
hari kondisi bangsa ini terus diperpuruk oleh berbagai skandal dan perilaku
koruprif para pejabat negara. Dan sampai saat ini belum juga ada sebuah
lembaga, baik dalam lingkaran pemerintah atau kalangan profesional, yang mampu
menetralisir kondisi tersebut. Sehingga, rakyatpun tidak ubahnya seperti anak
ayam yang kehilangan induknya, tidak punya harapan karena kehilangan
kepercayaan.
Forum
Rektor Indonesia merupakan paguyuban para akademisi (Rektor) yang bertugas
mencerdasakan bangsa serta menaunginya dari terpaan arus pragmatisme. Dengan
jalan memperbaiki kurikulum dan metodologi pembelajaran di bangku kuliah.
Walaupun, tugas ini tentu tidak mudah karena lagi-lagi harus mengkontekstualisasikan
dengan kepentingan para anggotanya yang variatif. Yakni, kecenderungannya pada
persoalan politik, program jangka pendek, serta proyek yang berbau business oriented semata.
Namun
demikian, keikutsertaannya dalam berbagai momen penting nasional, seperti
menjadi panelis pada debat calon presiden atau ikut andil dalam melakukan
pemantauan terhadap pelaksanaan pemilu, harus kita apresiasi dengan positif.
Sebab, hal tersebut merupakan langkah positif untuk memilih wakil rakyat yang
visionable sebagaimana dicita-citakan rakyat (good governance). Sekalipun, kedekatannya pada dunia politik, tanpa
bisa dielakkan, mendapat kritikan dari kalangan profesional lainnya. Yang
alasannya, jika hal tersebut terus berlanjut dikhawatirkan akan berpengaruh
pada idealismenya selaku akademisi.
Soalnya,
terdapat tugas pokok yang seharusnya lebih diutamakan untuk saat ini (utamanya)
kedepannya. Yaitu, melakukan revitalisasi atas nilai-nilai kebangsaan yang
semakin terlupakan. Termasuk di dalamnya, adalah: kejujuran, akuntabel,
disiplin, adil, kooperatif, dan profesional. Hal ini terjadi mulai dari pusat
sampai pedesaan. Yang secara teoritis, kesemuanya itu akan tercapai bilamana
pendidikan karakter di segala tingkat pendidikan berjalan secara maksimal.
Maka
dari itu, berangkat dari kegelisahan
atas kesemrautan moral bangsa diharapkan kedepannya FRI mampu menjalankan
perannya untuk lebih inten lagi dalam menyikapi setiap persoalan yang melilit
bangsa. Lebih-lebih, walaupun Indeks Pembangunan Manusia (Human Development
Index/HDI) Indonesia tahun ini meningkat menjadi 0,617 dari 0,613, tapi
dibanding 5 negara besar Asean lainnya masih saja berada di peringkat terendah.
No comments:
Post a Comment