11 December 2011

Revitalisasi Nilai-Nilai Kebangsaan

Mengembalikan Nilai-Nilai Kebangsaan

Semakin hari kondisi bangsa ini terus diperpuruk oleh berbagai skandal dan perilaku koruprif para pejabat negara. Dan sampai saat ini belum juga ada sebuah lembaga, baik dalam lingkaran pemerintah atau kalangan profesional, yang mampu menetralisir kondisi tersebut. Sehingga, rakyatpun tidak ubahnya seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tidak punya harapan karena kehilangan kepercayaan.
Forum Rektor Indonesia merupakan paguyuban para akademisi (Rektor) yang bertugas mencerdasakan bangsa serta menaunginya dari terpaan arus pragmatisme. Dengan jalan memperbaiki kurikulum dan metodologi pembelajaran di bangku kuliah. Walaupun, tugas ini tentu tidak mudah karena lagi-lagi harus mengkontekstualisasikan dengan kepentingan para anggotanya yang variatif. Yakni, kecenderungannya pada persoalan politik, program jangka pendek, serta proyek yang berbau business oriented semata.
Namun demikian, keikutsertaannya dalam berbagai momen penting nasional, seperti menjadi panelis pada debat calon presiden atau ikut andil dalam melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pemilu, harus kita apresiasi dengan positif. Sebab, hal tersebut merupakan langkah positif untuk memilih wakil rakyat yang visionable sebagaimana dicita-citakan rakyat (good governance). Sekalipun, kedekatannya pada dunia politik, tanpa bisa dielakkan, mendapat kritikan dari kalangan profesional lainnya. Yang alasannya, jika hal tersebut terus berlanjut dikhawatirkan akan berpengaruh pada idealismenya selaku akademisi.
Soalnya, terdapat tugas pokok yang seharusnya lebih diutamakan untuk saat ini (utamanya) kedepannya. Yaitu, melakukan revitalisasi atas nilai-nilai kebangsaan yang semakin terlupakan. Termasuk di dalamnya, adalah: kejujuran, akuntabel, disiplin, adil, kooperatif, dan profesional. Hal ini terjadi mulai dari pusat sampai pedesaan. Yang secara teoritis, kesemuanya itu akan tercapai bilamana pendidikan karakter di segala tingkat pendidikan berjalan secara maksimal.
Maka dari itu,  berangkat dari kegelisahan atas kesemrautan moral bangsa diharapkan kedepannya FRI mampu menjalankan perannya untuk lebih inten lagi dalam menyikapi setiap persoalan yang melilit bangsa. Lebih-lebih, walaupun Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) Indonesia tahun ini meningkat menjadi 0,617 dari 0,613, tapi dibanding 5 negara besar Asean lainnya masih saja berada di peringkat terendah.

No comments: