21 December 2011

Menjadi Rektor sebagai Sang Pencerah

Rektor sebagai kaum intelektual sekaligus pimpinan perguruan tinggi mempunyai tugas mencerdaskan anak bangsa, apakah dengan program akademik ataupun  mengimplementasikan keilmuannya membuat karya ilmiah serta memberikan penataran-penataran. Dengan terpilihnya Rektor Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, Sulawesi Tenggara, Usman Rianse, sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) periode 2012 diharapkan akan memberikan nuansa baru dalam dunia pendidikan di negeri ini.
Pasalnya, beliau akan menghapus kesenjangan antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Yang dalam hal ini, sangat berkaitan dengan penanggulangan kompetisi tidak sehat yang selama ini terjadi. Di mana, pada kenyataannya memang lebih mengedepankan orientasi bisnis (business oriented) dibandingkan berlomba-lomba dalam mencetak generasi unggulan dengan modal karakter yang dapat membawa Indonesia pada kondisi lebih baik. Sehingga, secara praktis melahirkan mahasiswa yang hanya mengejar lisensi akademik, alias gelar dan ijazah.
Gerak dan langkah cepat seperti inilah yang memang ditunggu dari paguyuban para intelektual tersebut selama ini. Sebab, Anies Baswedan pernah menuturkan, problematika utama di Indonesia mencakup lima hal, yakni inefficiency government bureaucracy (16,2%), corruption (16%), inadequate supply of insfrastructure (8,4%), acces to financing (7,8%), dan inflation (6,7%), berdasarkan The Global Competitiveness Report (GCR). Bisa dibilang, fakta inipun mengindikasikan bahwa pemerintah memang sedang galau akibat kian gencarnya konflik kepentingan. Oleh karena demikian, jalan satu-satunya yang bisa ditempuh sekarang ini adalah bagaimana pendidikan terus digenjot dengan model interaksi interkoneksi. Yakni, memahami teori-teori serta cakap dalam menerapkannya.
Alhasil, karya dan pelatihan-pelatihan sebagaimana dimaksud memang harus terus dilanjutkan. Kalau rektor dipercaya kapabilitasnya hanya dalam lingkup kampus, tapi Forum Rektor Indonesia akan mendapat perhatian publik secara nasional. Begitu pula kaitannya dengan tanggung jawab. Sekalipun, tentu saja terdapat beberapa rektor yang populer di kalangan masyarakat luas, dikarenakan kualitas keilmuannya serta kemampuannya menjawab persoalan sosial dengan cepat dan cerdas

No comments: