21 December 2011

Hikmah Dilarangnya Onani


HIKMAH DILARANGNYA ONANI

Secara psikologis, umur 7 sampai 10 tahun (laki-laki atau perempuan) merupakan masa-masa krusial. Atau populer kita kenal dengan pubertas (puberty) dan menurut agama islam disebut mukallaf, yaitu pada anak wanita timbulnya menarche (haid pertama), sedangkan anak laki-laki mulai ejaculario nocturna (bermimpi dengan mengeluarkan mani). Dengan demikian, masa pubertas ditandai dengan perubahan besar secara fisiologis dari alat-alat kelamin. Dan, secara psikis anak pada umur ini berada dalam periode adolescensi.
Pada perkembangan selanjutnya, perubahan-perubahan tersebut secara tidak langsung memberi rangsangan bagi otak untuk berfantasi. Fantasi yang dimaksud biasanya berbentuk mimikri (meniru-meniru) terhadap perilaku orang dewasa. Baik, dalam berpola tingkah, berbicara, hingga ke persoalan seksualitas. Khususnya, untuk hal yang terakhir biasanya memang dijadikan indikasi bahwa seorang anak sudah mencapai masa pubertas.
Oleh karenanya, jelas kiranya apa yang saya maksud dengan masa-masa krusial di atas. Sehingga, pada masa ini benar-benar dibutuhkan penjagaan atau kontrol dari orang tua secara intensif. Sekalipun, pada kenyataannya justru pada masa ini seorang anak sulit dikontrol, apalagi sudah terpengaruh oleh lingkungannya, seperti nonton tv, berpacaran, nonton film pono, dan sejenisnya.
Maka, kiranya sudah tepat saatnya untuk saya menjelaskan terkait bahayanya Onani, yang tidak lain berkaitan erat dengan kebiasaan pada masa pubertas.
Dalam Onani (merangsang kemaluan sendiri dengan tangan untuk mendapatkan orgasme), terkandung dua konsekuensi negatif, yang kedua-duanya berakibat buruk secara fisik dan pikiran (mental). Dalam mana, hal ini senada seperti dikatakan oleh para dokter.
Adapun konsekuensi negatifnya yang membahayakan fisik: Pertama, fisik menjadi lemah, kurus, dan mengaburkan pandangan mata. Pada bagian ini dikarenakan kenikmatan yang didapatkan dari onani berlipat-lipat dibanding melakukan hubungan intim langsung. Sehingga, sudah pasti menguras energi labih banyak. Terkait hal ini, terdapat beberapa fakta aneh tapi nyata (unbelieveble) di beberapa Negara di luar negeri. Di Brazil, seorang bocah laki-laki berusia 16 tahun ditemukan meninggal dunia setelah melakukan masturbasi sebanyak 42 kali tanpa henti dalam satu malam. Ibu si anak mengkonfirmasikan bahwa anaknya memiliki masalah kecanduan seks dan sudah berencana membawanya ke dokter tetapi terlambat. Bahkan, menurut pengakuan teman-temannya bocah terseebut memiliki ketertarikan yang ekstrim terhadap seks. Tercatat si anak bersekolah di kota Rubiato, di kawasan Bahia, Brazil.[i]
Pada November 1997,Vokalis INXS, Michael Hutchence, ditemukan tewas setelah melakukan kegiatan 'Auto Erotic Asphyxia'.[ii] Sedangkan, pada bulan Juli 2009, aktor "Kill Bill" David Carradine, ditemukan meninggal di kamar hotelnya di Thailand setelah melakukan kegiatan serupa juga. Selanjutnya, berita menggemparkan muncul dari kalangan presenter tv. Yaitu, presenter BBC, Kristian Digby, ditemukan meninggal di rumahnya di London. Polisi mengatakan pemuda berusia 32 tahun itu meninggal akibat melakukan masturbasi berbahaya atau disebut "Kegiatan seks yang menyebabkan bencana".[iii] Di TKP, ditemukan ikat pinggang dan kantung plastik. Kegiatan masturbasi Kristian biasa disebut masturbasi Auto Erotic ASPHYXIA. Kegiatan itu adalah kondisi dimana pelaku melakukan masturbasi sambil menjerat leher hingga kehabisan nafas, memang banyak dikenal sebagai kegiatan yang sensasional dan memberi kenikmatan luar biasa bagi pelakunya, meski sangat berbahaya.
Dan tentu masih banyak lagi kejadian-kejadian aneh yang berkaitan dengan tema pembahasan kita kali ini. Masturbasi atau onani adalah aktifitas seksual non penetrasi yang dilakukan sendiri atau dengan bantuan pasangan dengan tujuan mencapai kepuasan seksual. Pada dasarnya masturbasi tidak memiliki dampak negatif selain masalah psikologis yang mungkin muncul. Kejadian adanya remaja muda yang meninggal dunia karena terlalu sering masturbasi perlu di teliti lebih lanjut.
Kedua, wajah berubah warna menjadi kekuning-kuningan serta di dalamnya tanpak pula warna kebiru-biruan, kedua tangan kering, kulit keriput. Ketiga, fisik senantiasa gemetar saat berhadap-hadapan dengan orang lain, kepala tertunduk, ditambah anggota kemaluan semakin melemah secara drastis.
Sementara, konsekuensi negatif yang langsung berdampak pada pikiran (mental): Pertama, menjadikan pikiran beku dan berkecenderungan jahat, serta menjadikan orang pemarah tanpa ada sebabnya; keras kepala. Kedua, pikirannya sering berubah-ubah atas segala hal; dan tidak konsisten, jauh dari teman-temannya, karena dia lebih senang menyendiri.
Berbagai penyakit atau kelainan seksual lainnya, adalah: Homoseksuality (Lesbianism, Sodomi), Fetishism, Paedophilia (kelainan perilaku seks yang lebih menyukai anak di bawah umur sebagai pasangan seksnya), Transvetism, Exhibitionism. Jenis kelainan seksual lainnya, misalnya Erotomania (gila, cinta gila), Masochism (kelainan jiwa seksual, di mana untuk mencapai kepuasan seksual harus terlebih dahulu menyakiti atau disakiti{secara jasmani atau rohani} oleh mitra senggamanya), Nocrophilia, Sadism (seseorang akan dapat memenuhi kepuasan seksualnya bilamana menyiksa atau disiksa terlebih dahulu mitra seksualnya), dan Voyeurism.
Alasannya, sesungguhnya kenikmatan yang didapat dari Onani parallel dengan 12 kali dari melakukan hubungan intim, bahkan tak jarang mengantarkan pada kematian. Dalam sebuah hadist dikatakan, bahwasanya orang yang terbiasa melakukan onani, maka akan datang pada hari kiamat dalam keadaan tangan mengandung layaknya wanita hami. Konsekuensi ini bisa dipahami bahwasanya kedua tangan diberikan oleh tuhan untuk melakukan kebaikan, misalnya menolong orang lain, membuat karya ilmiah sebagai bentuk kreativitas-selain berguna untuk diri sendiri juga berguna bagi orang lain-, dan lain sebagainya. Maka, sudah tentu Allah durhaka bila bagian dari ciptaannya digunakan untuk hal-hal yang tidak wajar, bahkan menentang laranganNya. 
Sumber:
1.      Dr. Tirmizi, Kesehatan Jiwa, penerbit Bulan Bintang. Jakarta:1975.
2.      Utd. Syekh Ali Ahmad Al-Jarjawi, Hikmatu Al-Tasyri’ Wa Falsafatuhu, Indonesia.


2.       
[ii] http://99ratiz.blogspot.com/2011/02/presenter-dunia-meninggal-setelah.html" rel="canonical">. Diunduh pada 21 Desember 2011 13:46:42
 

No comments: