IKLAN LAYANAN
MASYARAKAT
“Sex Before Married”
1.
Ikalan
ini merupakan sebuah representasi dari betapa sudah akutnya persoalan sex bebas
di ranah remaja saat ini. Bahkan tidak
jarang kita mendapatkan berita di Televisi bahwa seorang anak SD telah
mencabuli teman sekelasnya. Bukan lagi parah saya kira akan tetapi sudah
seharusnya menjadi bahan evaluasi para orang tua.
2.
Iklan
yang bertemakan “Sex before Married” ini
bertujuan mempertegas adanya tanggung jawab bagi masing-masing orang (utamanya
orang tua) dengan menjauhkan anak-anak serta generasi kita dari
perilaku-perilaku asusila. Yang tentu saja hal tersebut bisa dimulai dengan
melakukan komunikasi dan kontrol yang lebih intens. Karena, bukan saja masa
depan seseorang yang akan rusak bila hal tersebut dibiarkan, akan tetapi bangsa
ini secara keseluruhan.
3.
Biaya
pengiklanan.
4.
Karena
iklan ini menggunakan media televisi bisa dibilang efektif mengingat televisi
merupakan satu-satunya media yang paling banyak mendapat perhatian. Walaupun
mungkin bagi para remaja tidak terlalu ngefek, hanya saja diharapkan menjadi
kesadaran baru bagi para orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Sementara itu,
iklan ini juga disosialisasikan di Koran. Hanya saja efektivitasnya lebih
rendah dibanding televisi mengingat konsumennya tidak global.
5.
Komponen-komponen:
a.
Headline
“Jangan nodai masa depan
terlalu dini”, bisa dijadikan headline dari iklan tersebut. Yang mengandung
sebuah larangan agar masa depan tidak menjadi korban terlalu dini atas
keinginan sesaat yang kenikamatannya pun hanya dalam hitungan detik. Hal ini
sudah seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari semua kalangan, karena betapa
mengerikannya persoalan tersebut di tengah-tengah remaja saat ini.
b.
Subheadline
Format iklan tersebut
sangat sederhana sehingga sangat memungkinkan untuk mudah dicerna oleh
siapapun. Gaya tersebut juga mengindikasikan bahwa pergaulan bebas adalah
sesuatu yang sangat mendasar terkait tumbuh-kembangnya generasi muda negeri
ini. Sehingga sangat salah bila diartikan bahwa karena formatnya sederhana,
persoalannya pun tidak terlalu penting untuk diperhatikan.
c.
Bodytext
Dari sekian macam-macam
cara penulisan bodytext, iklan ini menggunakan gaya penulisan yang mengandung
gambar dan keterangan. Gambar di saat dua mempelai lagi tukar-menukar cincin,
serta dilengkapi dengan keterangan “Saya
Terima Nikahnya dengan Maskawin Seorang Anak”. Keterangan tersebut
sekaligus mengandung factual educational,
yaitu keterangan tersebut bukan hanya kata-kata prediktif melainkan sebuah
perilaku asusila yang telah menyebar di tengah-tengah masyarakat kita.
d.
Closing
“Jangan Nodai Masa Depan
Terlalu Dini” inilah slogan sekaligus menjadi penutup Iklan Layanan Masyarakat
ini.

No comments:
Post a Comment